Anggota DPRD Mimika: Jadikan Alkitab Amungme-Damal Jembatan Damai Kwamki Lama

alkitab-bahasa-amungme-dan-damal
Ucapan selamat atas peluncuran Alkitab terjemahan bahasa Amungme dan Damal serta ajakan mendamaikan Kwamki Lama

Timika – Masyarakat Amungme dan Damal di Mimika menyambut peluncuran Alkitab berbahasa ibu pada Rabu, 20 Mei 2026, di Timika. Peristiwa ini menjadi momen penting di tengah situasi konflik yang masih melanda wilayah Kwamki Lama.

Hadirnya kitab suci dalam bahasa Amungme dan Damal diharapkan menjadi ruang refleksi bagi warga untuk kembali merajut persaudaraan yang sempat retak akibat pertikaian berkepanjangan.

Menanggapi peluncuran tersebut, Aser Gobai, S.T., tokoh masyarakat Suku Mee sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Mimika dan Anggota DPRD Kabupaten Mimika Komisi IV, menyatakan bahwa momentum ini harus menjadi ajakan untuk menghentikan kekerasan.

"Alkitab yang kini hadir dalam bahasa Amungme dan Damal adalah pengingat bahwa Firman Tuhan ditujukan untuk mempersatukan, bukan memecah belah. Kita tidak boleh lagi membiarkan konflik horizontal mengorbankan saudara kita sendiri," ujar Aser, Sabtu, 23 Mei 2026 via voice call WhatsApp.

Menurutnya, konflik yang terjadi di Kwamki Lama sudah terlalu lama merugikan masyarakat sipil. Dampaknya tidak hanya korban jiwa, tetapi juga lumpuhnya aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut.

"Sebagai wakil rakyat dan bagian dari masyarakat Mee di Mimika, saya prihatin. Tanah ini harus damai. Sudah waktunya para tokoh, pemerintah, dan gereja duduk satu meja untuk mencari jalan damai. Jangan tunggu sampai korban bertambah lagi," tegasnya.

Aser menekankan bahwa tugas legislatif dan partai politik saat ini adalah mendorong dialog dan rekonsiliasi di akar rumput. Ia berharap peluncuran Alkitab ini menjadi titik tolak bagi semua pihak untuk memilih perdamaian.

"Saya mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah dan para pemimpin adat, untuk menjadikan momentum ini sebagai awal dari proses damai di Kwamki Lama. Masyarakat rindu hidup tenang, anak-anak rindu sekolah tanpa rasa takut," katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras tim penerjemah dan gereja yang telah berjuang bertahun-tahun menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke dalam dua bahasa lokal tersebut.

"Terima kasih atas dedikasinya. Semoga Firman Tuhan dalam bahasa ibu ini benar-benar menyentuh hati dan menjadi jembatan perdamaian bagi seluruh masyarakat Mimika," tutup Aser.

Peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal dinilai sejumlah pihak sebagai langkah kultural dan spiritual yang dapat mendukung upaya penyelesaian konflik di Timika secara damai dan berkelanjutan. Stv

Email admin@yapekopa.org

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak