Ayah Korban Penembakan di Timika Tarik Tudingan Keterlibatan TNI

orang_tua_nalince_wamang_tarik_pernyataan_tudingan_keterlibatan_tni
Ayah dari Nalince Wamang, korban penembakan yang diduga dilakukan aparat bersenjata yang lakukan pengamanan PT Freeport Indonesia

Timika, Papua Tengah — Pdt. Anton Wamang, ayah dari Nalince Wamang yang menjadi korban penembakan di area pendulangan sisa tambang Freeport di Timika, Papua Tengah, secara resmi menarik kembali pernyataannya yang sebelumnya menyebut keterlibatan TNI dalam insiden tersebut.

Dalam klarifikasi terbarunya, Anton menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam peristiwa tragis yang menimpa putrinya.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan awal yang dinilai keliru dan menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Ayah Nalince menegaskan klarifikasi darinya penting agar publik tidak terjebak pada emosi dan asumsi yang belum tentu benar.

Menurutnya, di tengah tragedi kemanusiaan di Papua, kebenaran dan keadilan harus menjadi pegangan utama, Kamis (17/5/2026).

Anton juga mengajak masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Ia berharap proses hukum terkait kasus kematian Nalince dapat berjalan secara profesional dan transparan.

Ia mengajak masyarakat mendukung aparat penegak hukum bekerja sesuai prosedur. Karena menurutnya hanya dengan cara itu bisa tercipta situasi kondusif demi terwujudnya kedamaian di Timika.

Kasus penembakan yang menewaskan Nalince Wamang sebelumnya menjadi sorotan publik dan memicu berbagai spekulasi di media sosial. Dengan adanya klarifikasi dari keluarga korban, diharapkan polemik terkait dugaan keterlibatan aparat dapat mereda.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan tersebut. Red

---

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan unggahan memuat pernyataan keluarga korban yang diterima redaksi. Informasi akan diperbarui jika terdapat rilis resmi dari pihak berwenang atau keluarga korban.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak