![]() |
| Nopison Tebai dilaporkan ditembak oleh aparat kepolisian. Pihak kepolisian sempat membantah Nopison merupakan siswa SMA |
Dogiyai, Yapekopa – Seorang pelajar SMAN 2 Dogiyai, Nopison Tebai (21), dilaporkan tewas setelah tertembak di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Peristiwa terjadi di sekitar lapangan bola samping Kantor Distrik Dogiyai saat warga menggelar turnamen olahraga antar pemuda untuk penggalangan dana kampung.
Korban dan Lokasi
Korban diketahui sebagai siswa kelas XI IPS SMAN 2 Dogiyai. “Nopison Tebai itu murid saya. Umurnya 21 tahun, lahir 2005,” kata Benny Goo, guru SMAN 2 Dogiyai, saat dihubungi Yapekopa, Minggu (10/5).
Kronologi Berdasarkan Keterangan Warga
Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun Yapekopa, insiden bermula saat sejumlah pemuda berjaga di pondok sekitar lapangan turnamen. Sehari sebelumnya, Sabtu (9/5), aparat Polres Dogiyai disebut sempat memantau area kegiatan.
Minggu pagi, ketika sebagian warga beribadah, aparat kembali datang ke lokasi. Sejumlah pemuda yang berada di lapangan disebut melarikan diri setelah aparat mengarahkan senjata.
“Anak-anak lari menyelamatkan diri karena aparat datang dengan senjata,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebut demi keamanan.
Dalam situasi itu, Nopison Tebai dilaporkan terkena tembakan di bagian dada bawah lengan kiri yang tembus ke sisi kanan tubuh. Korban ditemukan meninggal di semak-semak tak jauh dari pondok. Warga menyebut korban tidak sempat mendapat pertolongan medis.
Situasi Pascakejadian
Sekitar pukul 11.30 WIT, dua kendaraan aparat dilaporkan kembali ke lokasi. Ketegangan disebut meluas ke wilayah Idadagi, Epegeuwodimi, Kali Kasuari, dan jalan masuk Dogimani setelah tiga kendaraan aparat tambahan tiba. Warga melaporkan sempat terjadi aksi saling serang antara aparat dan kelompok pemuda.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga Minggu (10/5) pukul 12.32 WIT, belum ada keterangan resmi dari Polres Dogiyai maupun Polda Papua terkait peristiwa ini. Yapekopa masih berupaya mengonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Papua dan Kapolres Dogiyai.
Tuntutan Keluarga: Investigasi Independen
Pihak keluarga korban meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan lembaga independen melakukan investigasi untuk mengungkap fakta kejadian secara utuh, termasuk identitas dan latar belakang korban.
Keluarga membantah pernyataan aparat yang menyebut Nopison Tebai merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Menurut keluarga, Nopison tidak pernah terlibat atau memiliki kedekatan dengan kelompok bersenjata mana pun.
“Nopison itu pelajar. Dia tidak pernah terlibat, bahkan dekat dengan kombatan bersenjata,” kata salah satu anggota keluarga kepada Yapekopa, Minggu (10/5). Keluarga menegaskan Nopison aktif bersekolah dan fokus pada kegiatan turnamen pemuda di kampungnya. Stv
kontak: iphrdpapua@gmail.com
Laporan ini disusun berdasarkan keterangan warga, guru korban, dan keluarga. Yapekopa membuka ruang hak jawab bagi Polres Dogiyai, Polda Papua, Komnas HAM, dan pihak terkait sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
[Catatan Redaksi]: Yapekopa tidak menyimpulkan pelaku penembakan sebelum ada investigasi resmi. Kami menggunakan kata “dilaporkan”, “disebut”, dan “dugaan” untuk informasi yang masih sepihak. Perkembangan kasus akan terus diperbarui
